• Penutupan Proyek




          Dalam suatu proyek tentunya akan ada akhir pengerjaan dari suatu proyek, akhir ini disebut dengan penutupan proyek. Penutupan proyek adalah serangkaian kegiatan yang pada intinya adalah memberikan laporan-laporan terkait hasil yang diperoleh dari proyek tersebut. Dalam kegiatan ini pun harus telah diyakini bahwa proyek telah memenuhi kesepakatan- kesepakatan bersama tentang hasil proyek, jika ada kegiatan yang belum terselesaikan maka haruslah segera diselesaikan agar pada laporan, proyek telah berstatus selesai. Setelah laporan ataupun segala bentuk dokumen akhir proyek telah selesai semuanya, barulah selanjutnya dilakukan pembubaran tim proyek.

    Beberapa hal yang harus dilakukan terkait dengan penutupan proyek adalah  :


    • ·       Ketentuan administrasi peraturan terkait pengakhiran proyek sesuai dengan isi kontrak
    • ·  Tata cara penyusunan surat demobilisasi tenaga ahli, surat keterangan dari proyek untuk perusahaan
    • ·       Tata cara dan mekanisme inventarisir aset proyek, administrasi dan pelaporan proyek
    • ·       Pembuatan Berita Acara penyerahan aset dan laporan-laporan proyek sesuai ketentuan kontrak
    • ·       Pendokumentasian dan penyimpanan dokumen-dokumen penting terkait kesiapan dalam tindak lanjut paska proyek
    Maksud dan tujuan Laporan penutupan proyek yaitu sebagai masukan kepada pimpinan perusahaan dan staf tentang aspek pengelolaan proyek. Umpan balik bagi bidang teknik maupun bidang lain, mengenai kinerja dan peranannya dalam penyelenggaraan proyek. Hal khusus, misal kondisi lokasi, tenaga kerja, transportasi, dll. Kesulitan, hambatan yang dialami selama proyek berlangsung.
    Materi laporan penutupan proyek

    • ·       Uraian pendekatan aspek manajemen dan oraganisasi yang telah dilakukan, keputusan strategis, altenatif dan dampaknya terhadap proyek
    • ·       Pengalaman koordinasi, integrasi antara peserta proyek, seperti kontraktor, supplier, konsultan, dan internal perusahaan
    • ·       Prestasi atau kinerja teknis, pencapaian mutu, biaya, waktu, serta penjelasannya.
    • ·       Kinerja administrasi termasuk keuangan, kontrak, kepegawaian, perburuhan dsb.
    • ·       Change order, keterlambatan pasokan, rework dsb.
    • ·       Evaluasi peralatan kerja utamaPersoalan akibat kurang lengkapnya persyaratan kontrak dsb.

    Audit Proyek
            Audit adalah pemeriksaan menyeluruh terhadap manajemen oproyek yang mencakup metodologi, prosedur, anggaran, pengeluaran dan tingkat penyelesaian.
    Isi laporan audit setidaknya memuat antara lain:
    ·       Status proyek yang dikerjakan terkait apakah proyek telah dikerjakan sesuai jadwal.
    ·       Status proyek di waktu berikutnya terkait apakah diperlukan perubahan jadwal dan mengapa.
    ·       Status pekerjaan yang kritikal menyangkut sejauh mana pekerjaa-pekerjaan kritikal telah dikerjakan.
    ·       Pengenalan Risiko terkait apa dan bagaimana potensi kerugian atau kegagalan proyek dapat terjadi.
    ·       Informasi yang bermanfaat bagi proyek lain terkait pelajaran apa yang bisa diambil hikmahnya untuk pelaksanaan proyek lain.
    ·       Keterbatasan audit yang menyangkut asumsi dan batasan yang dipakai dalam mengaudit proyek sehingga mempengaruhi hasil audit.

    Secara lengkap isi laporan audit proyek adalah sebagai berikut:

    • ·       Pendahuluan. Berisi penjelasan latar belakang dan tujuan proyek
    • ·       Status Sekarang. Berisi penjelasana mengenai status rpoyek saat dilakukan audit termasuk hasil pengukuran performansi yang digunakan dalam audit seperti Biaya, jadwal, kemajuan dan kualitas.
    • ·       Status proyek di masa yang akan dating
    • ·       Isu isu manajemen yang penting. Berisi penjelasan mengenai isu-isu yang berhubungan dengan pencapaian tujuan proyek yang berdasarkan pendapat auditor perlu mendapatkan perhatian khusus
    • ·  Analisis Risiko. Berisi penjelasan mengenai risiko-risiko yang ada dalam proyek serta dampaknya pada biaya, waktu dan performansi proyek, serta berisi penjelasan mengenai alternatif tindakan yang dapat dilakukan untuk menghilangkan risiko.
    • ·   Keterbatasan dan Asumsi. Berisi penjelasan mengenai keterbatasan audit dan asumsi yang digunakan dalam mengaudit dan pembuatan laporan.

    Keanggotaan tim audit biasanya meliputi wakil-wakil dari berbagai bagian dan hasil audit dilaporkan kepada manajer proyek dan manajemen perusahaan.

  • 0 komentar:

    Posting Komentar

    ALAMAT

    Jl.Cempedak Gg.Caltex no.G01

    EMAIL

    alvansya.hawari3703@student.unri.ac.id

    EMAIL

    alvansyahhawary@gmail.com

    MOBILE

    +62823 8828 9500