• Manajemen Waktu Proyek




    Manajemen waktu atau disebut juga Project time management merupakan satu hal yang sangat penting bagi suatu proyek, karena ketepatan penyeselesaian sebuah proyek adalah keunggulan dari perusahaan pengelola, dan pengelola proyek tentu akan berusaha untuk menyelesaikan proyek tepat waktu dan sangat menghindari keterlambatan yang dapat merugikan berbagai pihak, karena akan mengakibatkan membengkak nya biaya operasional dan SDM proyek, Jadi manajemen proyek adalah pengelolaan aktivitas atau proses-proses  berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek, sesuai dengan waktu yang ditentukan. Aktivitas dan peralatan dalam proyek manajemen waktu didokumentasikan di dalam rencana manajemen jadwal. Rencana manajemen jadwal berada di dalam rencana manajemen proyek dan bisa berupa formal / nonformal, sangat detail / luas, berdasarkan kebutuhan proyek.

    Ada berbagai macam cara untuk membuat manajemen waktu proyek yang baik dan benar serta tepat waktu. Dilihat  dari  fase  proyek, penerapan  manajemen  waktu proyek  lebih  banyak  diterapkan  pada  fase  Planning  dan  selebihnya  pada  fase  controlling.

    Kagiatan  manajemen  waktu proyek  pada  fase  planning  meliputi  : 

    1.     Mendefenisikan Aktivitas
    Merupakan kegiatan untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan aktivitas
    atau pekerjaan apa  saja  yang  akan  dikerjakan  pada  proyek.  Daftar  aktivitas ini  dapat  mengacu  pada  WBS (Work   Breakdown   Structure)   yang   telah   disusun   sebelumnya   pada   manajemen   scope. Sebagaimana  penyusunan WBS,  tim  proyek  dalam  mendefinisikan  aktivitas  ini  perlu  juga melibatkan  stakeholder  yang  lain  untuk  memastikan  bahwa  aktivitas-aktivitas  telah terdefinisi secara lengkap untuk keberhasilan penyelesaian proyek. Dari definisi aktivitas ini pula, estimasi biaya, waktu dan kebutuhan sumberdaya lain dapat disusun.

    2.     Pengurutan Aktivitas
    Setelah  mendefinisikan  aktivitas  proyek,  langkah  berikutnya  adalah  membuat  urutan aktivitas  yang  merupakan  detil  dari  WBS,  detil  deskripsi  produk,  asumsi  dan  batasan-batasan untuk  menentukan  hubungan  antar  aktivitas. Termasuk  dalam  hal  ini  penjelasan  tentang ketergantungan  dan  perbedaan  bentuk  ketergantungan.  Ketergantungan  dan  hubungan akan menentukan  urut-urutan  aktvitas. Terdapat  3  (tiga)  aturan  dasar  dalam  menyusun urutan aktivitas.
    ·        Ketergantungan  Mandatori  (Mandatory  Dependencies) :  ketergantungan  yang  tidak dapat dipisahkan antar aktivitas/pekerjaan.
    ·        Ketergantungan Lepas  (Discretionary  Dependencies)  :  ketergantungan  yang  ditentukan oleh tim proyek.
    ·        Ketergantungan  Eksternal  (External  Dependencies)  : ketergantungan  antara  aktivitas proyek dengan aktivitas non proyek.

    3.     Estimasi Waktu Proyek
    Estimasi waktu proyek adalah waktu akhir atau batas akhir selesainya suatu proyek yang telah ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara pemberi proyek dan yang menerima proyek. Tentu saja banyak pertimbangan dalam menentukan waktu estimasi sehingga dapat diselesaikan sebelum atau tepat waktu.

    4.     Membangun jadwal
    Untuk menyelesaikan proyek dengan baik tentu harus memiliki jadwal pengerjaan yang baik dan bagus. Menganalisis urutan aktivitas, durasinya, sumber daya yang dibutuhkan dan tantangan pemenuhan jadwal sampai terbentuknya jadwal pelaksanaan proyek.

    5.     Mengendalikan jadwal
    Dalam suatu perencanaan tentu saja sering terjadi hal-hal diluar prediksi sehingga mengakibatkan terganggunya jadwa utama yang sudah tersusun rapi. Oleh karena itu manejer yang hebat adalah manejer yang mampu mengendalikan perubahan jadwal proyek. Antisipasi adalah hal yang sangat penting dalam hal ini, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat diminimalisir akibatnya.

  • 0 komentar:

    Posting Komentar

    ALAMAT

    Jl.Cempedak Gg.Caltex no.G01

    EMAIL

    alvansya.hawari3703@student.unri.ac.id

    EMAIL

    alvansyahhawary@gmail.com

    MOBILE

    +62823 8828 9500