Project
Quality Management adalah proses yang dilakukan agar
proyek yang di jalankan dapat memenuhi kebutuhan yang telah disepakati oleh
sesama dan tidak melanggar aturan-aturan mengenai kualitas dan prosedur yang berjalan. Semua aktivitas yang dilakukan
oleh organisasi proyek adalah untuk memberikan jaminan tentang kabijakan kualitas dan tanggung jawab dari
pelaksanaan proyek agar proyek dapat memenuhi kebutuhan yang sudah disepakati.
Kualitas
yang dimaksud disini biasanya memiliki hubungan keterkaitan yang sangat erat
dengan sejumlah standar internasional, seperti contohnya ISO sebagai panduan
sistem manajemen mutu (misalnya dalam pembuatan aplikasi diperhatikan kaidah
buku software engineering yang memenuhi software quality assurance).
Kesepakatan
ini dapat terukur melalui parameter conformance to
requirements (proses dan produk proyek memenuhi spesifikasi)
dan fitness for use (produk dapat digunakan sesuai maksud dan
tujuannya). Proses ini berinteraksi satu sama lain serta berinteraksi
dengan proses di bidang pengetahuan lain. Setiap proses dapat
melibatkan usaha dari satu atau lebih orang atau kelompok
berdasarkan pada persyaratan proyek.
Project Quality Management
terdiri dari 3 tahap, yaitu :
Ø Plan
Quality
Proses mengidentifikasi standar
kualitas yang relevan dengan proyek yang sedang dikerjakan dan menentukan
bagaimana agar dapat memenuhi standar kualitas tersebut.
Ø Quality
Assurance
Menjalankan apa yang sudah
direncanakan untuk menjamin bahwa tim proyek sudah menjalankan semua proses
yang dibutuhkan untuk memenuhi standar kualitas yang relevan.
Ø Quality
Control
Memonitor hasil-hasil proyek
yang spesifik untuk memeriksa apakah sudah memenuhi kualifikasi standar relevan
yang sudah disepakati dan mengidentifikasi cara untuk meningkatkan kualitas
secara menyeluruh.
Setiap
proyek tentu diharapkan bisa berjalan dengan baik dan mencapai hasil sesuai
perencanaan. Untuk proyek-proyek yang merupakan pesanan konsumen, tentunya
pihak kontraktor ingin agar proyek mencapai hasil sesuai harapan konsumen.
Namun tak bisa dipungkiri ada beberapa hal tak terduga yang bisa saja terjadi
dan proyek yang sedang dikerjakan tidak berjalan sesuai dengan perencanaan.
Untuk mencegah hal itu, dibutuhkan pengendalian mutu proyek.
Pengendalian
mutu proyek dapat dikerjakan oleh sebuah tim yang dikepalai oleh seorang
manager. Sebelum proyek dimulai, tim hendaknya sudah dibentuk dan dilakukan
penunjukan untuk mengepalai tim. Orang yang ditunjuk untuk menjadi manager
harus disetujui oleh pemberi proyek. Manager pengendalian mutu ini nantinya
akan melaporkan pekerjaan-pekerjaannya secara langsung kepada manager proyek.
Pengendalian
mutu dalam sebuah proyek terdiri dari tiga langkah utama yakni perencanaan
mutu, pengendalian mutu, dan peningkatan kualitas.
Pada
langkah perencanaan mutu dilakukan identifikasi terhadap kebutuhan konsumen,
kemudian dibuatlah rancangan proyek yang sesuai kebutuhan konsumen dan
rancangan proses pembuatan proyek sesuai dengan rancangan proyek.
Pada
langkah pengendalian mutu, dilakukan identifikasi faktor-faktor yang harus
diperhatikan, mengembangkan metode pengukuran mutu, mengembangkan standar, dan
mengembangkan alat pengendalian mutu.
Pada
langkah peningkatan kualitas, dilakukan tindakan yang diperlukan bila terjadi ketidaksesuaian
antara kondisi standar dan kondisi aktual di lapangan. Tindakan ini bisa berupa
penyesuaian ataupun perbaikan.
Tim
pengendalian mutu sebaiknya juga memiliki pedoman teknis pengendalian mutu yang
disusun dengan cermat dan tentunya disepakati bersama. Adapun pedoman teknis
pengendalian mutu ini berisi latar belakang dan pengertian pengendalian mutu
dalam proyek, prosedur pengendalian mutu, strategi pengendalian mutu, sasaran
pengendalian mutu, metodologi yang digunakan, tahapan pengendalian mutu, dan
evaluasi kinerja. Pedoman teknis pengendalian mutu ini dapat dilengkapi pula
dengan bagan atau skema alur pengendalian mutu dan alur pelaporan pengendalian
mutu.
0 komentar:
Posting Komentar